Showing posts with label KIsah Hidup. Show all posts
Showing posts with label KIsah Hidup. Show all posts

Jul 28, 2014

Bidadari ku yang Tersenyum

Meniti sebuah niat mulia bersama mu, kita lalui dengan penuh canda tawa, terkadang ku terbawa arus surga dunia yg benuh harsat serta nafsu. Tetapi ku mencoba untuk meredam itu semua dengan terus memohon ampun kepada Alloh yg menciptakan harsat serta nafsu.

Tetapi ku sadar semua itu telah di gariskan Alloh untuk kita, ku berpesan kepada mu kita niatkan belajar, dengan harapan Alloh meridhoinya. Serta merestui hubungan kita untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Aku yakin kamu bidadari ku yang akan menemani perjalanan hidup ku di alam dunia ini.

Duhai bidadari ku, kau lah belahan jiwa ku, kau lah tulang rusuk ku. Semoga kita dapat bekerjasama untuk menggapai RidhoNya. Semoga Alloh mengijabah seluruh niat kita. Aamiin
Di hari yang mulia ini, jarak kita yang berjauhan serta jasat kita yang tak terlihat ini, tetapi ku merasa hati ku dekat di sisi mu, duhai bidadari ku. Yang ku sayang serta cintai. Maafkan aku jika selama ini ku berucap yang menyakiti hati mu. Semoga hari raya yang akan datang kita dapat bersama-sama, saling berma'af-ma'afkan secara nyata, saling berpelukan serta bercumbu dengan mu.
Akhir kata I LOVE U UMI BIDADARI KU

(Sirrul Qolb)

Jun 7, 2014

Kisah Hidup yang Singkat Tetapi Indah

Ketika aku baru mengenal diri mu, di dalam hati ku terselip suatu perasaan yang aneh bahkan menegangkan. Pada saat itu aku tak tau rasa apa itu yg menyelinap di hati ku. Begitu uniknya perkenalan aku dengan mu, ketika teman ku menawarkan sebuah nomor telpon kepada ku, di dalam benak ku apa kah ini petunjuk Ilahi untuk ku atau yg lain. Setelah itu aku tak mau ambil  pusing, segerah saja aku beli kartu perdana baru, untuk sekedar berkenalan dengan mu, waktu itu aku sms kpd mu,  kamu pada saat itu sedang mengajar mengaji Al Quran anak-anak tetangga mu.

Kamu balas sms ku, nanti ya jam 16.30 WIB aku lagi mengajar ngaji. Obrolan pertama seingat ku, kita saling mengenalkan diri kita masing-masing. cukup panjang juga obrolan kita pada saat itu. Setelah itu kita smsan sepanjang hari. yang sangat berkesan bagi ku ketika kamu menyuruh ku melantunkan beberapa ayat dari Surat Yusuf. Yang membuat ku kaget bukan kepayang ketika siang hari kamu memberikan kode <3 kepada ku. Pikir ku begitu cepatnya diri mu meluapkan perasaan mu. (sambil senyum)

Hari terus berganti kurang lebih 3 hari kita berkenalan, kamu berkata jujur kepada ku, aa neng boleh jujur ga..? boleh atuh. sebetulnya neng sudah ta'aruf dengan seseorang, tetapi hingga sekarang belum ada kejelasan, maka dari itu om ustadz, kasih saran coba buka hati lagi. Ketika mendengar kabar itu aku masih santai saja, tetapi aku pun tak tau rasa sayang ku semakin kuat pada mu saat itu. Dengan obrolan yang makin asik dan santai, tiba lah saat aku dan kamu menunggu khobar kepastian dari seseorang yang lebih dulu mengenal mu. Dan di dalam benak ku, jika kamu jodoh ku tak akan kemana. Tetapi khobar yang datang dari seseorang itu memberikan kepastiannya. Saut ku Alhamdulillah jika seperti itu, memang sudah menjadi jalan hidup kita seperti ini. Apa pun keputusan mu aku menerimanya dengan lapang dada. Singkat cerita hari pernikahan mu pun di tentukan. Aku hanya bisa mendoakan dari kejauhan semoga kamu di berikan kesehatan, kebahagiaan, kelapangan, apa pun yg kamu inginkan dapat terwujud. Keluarga yg sakinah, mawadah waa rohmah. Amien


(Sirrul Qolb)

Mar 20, 2014

Curhatan Dunia

Kesimpulan CURHATAN seseorang yg ada di sana (sy jg baru kenal) semoga jd I'broh utk kita bersama.....

beliau : siang mas...
saya : siang juga pak ...
beliau : Mas boleh nanya ga..?
saya : Boleh pak... ada yg bisa di bantu..?
beliau : begini mas, sy punya masalah....
saya : jika boleh tau masalah ap ya pak...? mungkin sy bisa bantu...
beliau : masalah saya tentang bathin sy mas...
saya : memang ada apa dengan bathin bpk.. ?
beliau : sebetulnya sy ini dengan harta ga kurang, kedudukan lumayan, Istri cantik, (masalah dunia mh berlebih deh ...)
saya : ooooooooohhh.....
beliau : begini mas, kenapa ya bathin sy ini selalu risau, resah, galau bahasa ABG ny mh... heheheehehhe
saya : mohon ma'af pak, jika boleh tau agama bpk apa..?
beliau : muslim mas...
saya : di coba ya pak, sy ini sebetulnya ga bisa apa-apa, yaa ... apa salahnya saran sy ini di coba... jd faktor kenapa bathin bpk itu selalu galau menurut Rosululloh SAW,
- Jauh dengan majelis Ilmu/ membenci Ulama
- Enggan untuk berdoa
- Jarang Membaca Al Quran
- Engga untuk berdzikir
- mencari harta yg haram/ subhat
- Suka dusta
- Berperasangka Buruk
dan Alloh berfirman : “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath: 4)

saya : solusi nya ini pak...... ya di coba aja pak belajar menjadi orang yg beriman, karena hanya orang-orang yg beriman saja yg di berikan ke tenangan bathiniyah oleh Alloh...

Beliau : memang saya sudah lama jauh, bahkan terlalu jauh sama Alloh...
saya : tenang aja pak Alloh Maha Pengampun ko... meskipun kesalahan bpk bnyk, Rahmat Nya lebih besar, ketimbang laknatnya pak...
beliau : Terima kasih banyak mas, sarannya. semoga Alloh memberikan Rahmat kpd mas...
saya : Terima kasih kembali pak, sy doakan semoga bpk mendapatkan ketenangan bathin bpk, semoga kita tergolong orang-orang yg beriman.. amien
saya : ooh ya pak jangan lupa berterima kasih sama Alloh.. tetap bersyukur atas ap yg telah Alloh limpahkan kepada bpk....
beliau : Insya Alloh mas.... sekali lg terima kasih banyak ya mas......
saya : ox.. good luck pak....

Ini kurang lebih kesimpulan dari obrolan seseorang kpd saya.... ternyata kekayaan, kemewahan, serta kesejahteraan duniawi tak menjamin seseorang hidup tenang, tentram, damai..... terlebih masalah bathiniyah... semoga menjadi I'broh untuk kita khususnya untuk saya pribadi.....

salam kedamaian.... (Sirrul Qolb)

Dec 18, 2013

Tanbih TQN Suryalaya


Tanbih ini dari Syaekhuna Almarhum Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kajembaran Rahmaniyah.
Sabda beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria maupun wanita, tua maupun muda :
“Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Allah Subhanahu Wata’ala kebahagiaan yang kekal dan abadi dan semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian.
Pun pula semoga Pimpinan Negara bertambah kemuliaan dan keagungannya supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil dan makmur dhohir maupun bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentang Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, menghaturkan dengan tulus ikhlas wasiat kepada segenap murid-murid : berhati-hatilah dalam segala hal jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan peraturan agama maupun negara.
Ta’atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikianlah sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap Hadlirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam agama maupun negara.

Insyafilah hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan setan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintah agama maupun negara, agar dapat meneliti diri, kalau kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita.

Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian :
  1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada kita, baik dlohir maupun batin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun dan saling menghargai.
  2. Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam segala-galanya, jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati, bergotong royong dalam melaksanakan perintah agama maupun negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, kalau-kalau kita terkena firman-Nya “Adzabun Alim”, yang berarti duka-nestapa untuk selama-lamanya dari dunia sampai dengan akhirat (badan payah hati susah).
  3. Terhadap oarang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah hendak menghinakannya atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasehat yahng lemah-lembut yang akan memberi keinsyafan dalam menginjak jalan kebaikan.
  4. Terhadap fakir-miskin, harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan, mencerminkan bahwa hati kita sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan, oleh karena itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendirilah yang senang, karena mereka jadi fakir-miskin itu bukannya kehendak sendiri, namun itulah kodrat Tuhan.
Demikanlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesadaran, meskipun terhadap orang-orang asing karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam a. s. mengingat ayat 70 Surat Al-Isro' yang artinya :
“Sangat Kami mulyakan keturunan Adam dan Kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, Kami berikan mereka rezeki yang baik-baik dan juga Kami mengutamakan mereka lebih utama dari makhluk lainnya.”
Kesimpulan dari ayat ini, bahwa kita sekalian seharusnya saling harga menghargai, jangan timbul kekecewaan, mengingat Surat Al-Maidah yang artinya :
“Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara".
Adapun soal keagamaan, itu terserah agamanya masing-masing, mengingat Surat Al-Kafirun ayat 6 :”Agamamu untuk kamu, agamaku untuk aku”,
Maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.
Cobalah renungakan pepatah leluhur kita:
“ Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”. Karena yang menyebabkan penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam surat An-Nahli ayat 112 diterangkan bahwa :
“Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/ penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri”.
Oleh karena demikian, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak lain tujuannya “ Budi Utama-Jasmani Sempurna “ (Cageur-Bageur).
Tiada lain amalan kita, Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebaikan, menjauhi segala kejahatan dhohir bathin yang bertalian dengan jasmani maupun rohani, yang selalu diselimuti bujukan nafsu, digoda oleh perdaya syetan.
Wasiat ini harus dilaksanakan dengan seksama oleh segenap murid-murid agar supaya mencapai keselamatan dunia dan akhirat.
Amin.

Patapan Suryalaya, 13 Pebruari 1956
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian ikhwan

(KH.A Shohibulwafa Tadjul Arifin)

(sumber : www.suryalaya.org) 

Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/tanbih.html#ixzz2nlT9zEq7

Oct 2, 2012

Guru ku KH. Drs. Mohammad Dawam Anwar

KH. Drs. Mohammad Dawam Anwar
Lahir : Jombang, Jawa Timur, 12 Agustus 1938
Meninggal: Jakarta, 27 Januari 2003
Agama: Islam
Suku: Jawa
Istri: Hj. Dedeh Nurhaidah (Pemilik Koperasi Pondok Pesantren Yapink)
Anak:
Dra. Lily Nabilah, 01-05-1976, Pasca Sarjana IAIN, Jakarta
Ahmad Khalid, 14-07-1979, Al-Azhar, Kairo
Minyatul Ummah, 05-10-1982, Fakultas Tarbiyah INISA AIAY, Bekasi
Samhah Rozan, 06-08-1990, Madrasah Ibtidaiyah Yapink